Algoritma & Metode Skripsi

header ads

Tutorial Cara Menjalankan Website & File PHP dengan XAMPP

Menjalankan Web & File PHP | Diwapedia


Pernahkah sobat Diwa menjalankan sebuah file HTML? Tahukah kalian, bahwa cara menjalankan HTML dan PHP itu berbeda?

File HTML, dapat kalian jalankan langsung pada browser dimanapun file tersebut disimpan. Sedangkan file PHP ini harus di simpan di direktori khusus, baru tampilan halamannya bisa keluar pada browser.

Untuk sekedar membuat website sederhana dan menarik, sebenarnya script HTML dan CSS saja sudah cukup. Tapi untuk membuat website dinamis yang memainkan pengelolaan data, kita membutuhkan bahasa pemrograman lain, salah satunya PHP.

Untuk menjalankan file PHP atau website PHP, kita membutuhkan 3 komponen utama, yaitu :
1. Webserver, misalkan Apache, Nginx (eNgine-X), Microsoft IIS, dsb.
2. Paket PHP
3. Database (web dinamis), misalkan MySQL, MariaDB, dll.

Paket software yang memiliki ke-3 komponen diatas diantaranya XAMPP, WAMP, LAMP dan MAMPP. 
Artinya : XAMPP bukanlah webserver, tapi merupakan sebuah paket software.

Baik, sekarang kita ke tutorial utama yaitu cara menjalankan sebuah website atau file PHP menggunakan XAMPP, sebagai berikut :


Menjalankan XAMPP


Aktifkan terlebih dahulu Apache dan MySQL pada kontrol panel XAMPP seperti pada tutorial sebelumnya. Jika sobat Diwa belum faham cara menjalankan XAMPP, silahkan buka link dibawah ini.



Jika Apache pada XAMPP tidak di Start, otomatis website tidak akan pernah bisa dijalankan pada browser karena tidak adanya webserver.


Akses htdocs


Pada XAMPP sendiri, direktori tempat disimpannya file PHP sebuah website adalah di folder htdocs. Adapun cara mengaksesnya adalah :
1. Buka folder xampp di direktori tempat kalian menginstall xampp.
Disini kebetulan saya install xampp di Drive D.

Folder XAMPP | Diwapedia
2. Buka folder htdocs

Folder htdocs | Diwapedia
3. Setelah masuk ke folder htdocs, sekarang kita buat folder baru di dalam htdocs, lalu beri nama folder tersebut diwapedia.

Folder Baru | Diwapedia
4. Buka folder diwapedia.
5. Buat file PHP bernama index.php di dalam folder diwapedia.
Caranya :
  • Klik Kanan > New > Text Document
Atau bisa langsung dengan membuka aplikasi notepad atau notepad++.
  • Buka Text Document tadi, lalu coba salin dan paste-kan script dibawah ini.


<html> 
<head>
<title>Belajar PHP</title>
</head>
<body>
 <?php echo"<p>Hallo Diwa Mania! Ini Text PHP-ku</p>"; ?>
 <p>Halo! Ini Text HTML-ku..</p>
</body>
</html>


  • Save As, lalu ubah namanya menjadi index.php dan atur save as type-nya ke All Files seperti gambar dibawah ini.

Membuat index.php | Diwapedia
Setelah di save as, otomatis file akan berekstensi .php.
Pastikan bahwa file index.php ini berada di dalam folder diwapedia yang disimpan di htdocs tadi.

Pertanyaan :
Kenapa namaya index.php? Tidak home.php atau lainnya?

Jawaban :
Index, baik itu index.php ataupun index.html merupakan nama file standar yang akan mendefinisikan bahwa file ini adalah halaman beranda sebuah website.

Jika tidak ada file index? Nanti coba file index.php rubah jadi index2.php dan lihat hasilnya.

6. Sekarang buka browser (ex : Chrome, Firefox, IE, dll)
7. Pada address bar (search bar), ketik localhost/diwapedia dan enter. Nanti akan tampil seperti di bawah ini

Hasil Tampilan | Diwapedia


Pembahasan

Dari contoh script diatas kita menyimpulkan bahwa :

1. Script HTML masih digunakan dalam website berbasis PHP. 
Bagaimanapun juga, HTML adalah script wajib dalam membuat situs.
Artinya? Kalian wajib menguasai HTML.
Ngga perlu risau, perpustakaan online tersedia kalau kalian tidak tau nama tagnya.

2. Setiap membuat script PHP akan selalu diawali <?php dan di tutup ?>.

3. Untuk menampilkan output PHP, kita memerlukan script pencetak output, pada sampel ini yaitu echo" "; . Tanpa script pencetak output, maka website PHP tidak akan pernah menampilkan tampilan halaman di luar HTML.




Post a Comment

0 Comments